DOKUMEN | dipublikasikan pada Nov 7, 2025 @ 23:57 WIB

Baku to Belém Roadmap to 1.3 T: Membangun Jalur Pendanaan Iklim Global

Tentang Dokumen

The Baku to Belém Roadmap to 1.3 T adalah laporan resmi hasil COP 29 di Baku yang menetapkan arah baru bagi pendanaan iklim global. Dokumen ini merumuskan langkah konkret untuk mencapai target USD 1,3 triliun per tahun hingga 2035 bagi negara-negara berkembang.
Disusun oleh Presidensi CMA 6 (Azerbaijan) dan CMA 7 (Brasil), laporan ini menjadi panduan bagi seluruh negara dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan New Collective Quantified Goal (NCQG) — komitmen global untuk memperluas, mempercepat, dan menyeimbangkan pembiayaan iklim.

Isi Utama

Roadmap ini memperkenalkan lima front aksi utama (5Rs) sebagai strategi global untuk membangun sistem pendanaan iklim yang adil dan efektif:

  1. Replenishing – memperkuat hibah, pembiayaan konsesional, dan modal berbiaya rendah.
  2. Rebalancing – memperluas ruang fiskal dan memastikan keberlanjutan utang.
  3. Rechanneling – memobilisasi pembiayaan swasta yang transformatif dengan biaya modal yang terjangkau.
  4. Revamping – membangun kapasitas dan koordinasi untuk portofolio iklim berskala besar.
  5. Reshaping – membentuk sistem dan struktur keuangan global yang lebih adil dan inklusif.

Selain itu, bagian tematiknya menyoroti pendanaan untuk adaptasi dan kerugian-kerusakan, transisi energi bersih, perlindungan alam dan masyarakat penjaga hutan, ketahanan pangan, serta transisi berkeadilan. Roadmap ini menegaskan bahwa pendanaan iklim harus selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan mengedepankan prinsip keadilan sosial.

Relevansi bagi Indonesia

Bagi Indonesia, Baku to Belém Roadmap to 1.3 T menjadi referensi penting untuk memperkuat strategi nasional pendanaan transisi energi dan aksi iklim. Upaya seperti mobilisasi filantropi Islam, penerapan pembiayaan inovatif berbasis komunitas, serta reformasi kebijakan energi dan fiskal sejalan dengan semangat roadmap ini untuk membuka sumber pendanaan baru tanpa membebani utang dan memastikan manfaat langsung dirasakan oleh masyarakat rentan.

Go to Top